Muhammad Karomi · Lingua Obscura
Sebuah bahasa yang lahir dari sunyi — dibentuk bukan untuk dipahami, melainkan untuk dirasakan.
Penciptanya
Muhammad Karomi · Linguis Fiksi
Muhammad Karomi adalah seorang linguis fiksi yang menciptakan bahasa Karomi — sebuah sistem linguistik yang dirancang secara sadar untuk menghindari segala bentuk terjemahan langsung ke bahasa manapun di dunia.
Ia percaya bahwa ada wilayah-wilayah dalam pengalaman manusia yang tidak bisa — dan tidak seharusnya — dikurung dalam padanan kata. Bahasa Karomi adalah upayanya memberi nama pada wilayah-wilayah itu.
"Setiap kata dalam bahasa ini adalah pintu menuju sesuatu yang belum pernah bernama sebelumnya," tulis Karomi dalam catatannya. "Jika kamu merasa mengerti, berarti kamu belum benar-benar mendengarnya."
Bahasa Karomi pertama kali dicetuskan pada 2021 dan terus berkembang hingga hari ini, dengan lebih dari 2.400 kata yang masing-masing tak terterjemahkan.
Kosakata Pilihan
Berikut adalah dua belas kata dari Bahasa Karomi. Setiap definisi yang tertulis di sini hanyalah bayangan kabur dari maknanya yang sesungguhnya — pendekatan terdekat yang mungkin, bukan terjemahan.
Perasaan ketika kamu menyadari bahwa suatu momen sedang berlangsung untuk yang terakhir kalinya — tetapi masih terlalu dini untuk berduka.
Berbeda dari kesedihan biasa: sûmeth tidak membutuhkan kepastian berakhirnya sesuatu, hanya kecurigaan yang hangat dan pelan.
Tak TerterjemahkanKeadaan berada di sebuah tempat yang terasa sudah kamu kenal — bukan karena pernah ke sana, melainkan karena tempat itu menyerupai sesuatu yang kamu impikan bertahun-tahun lalu.
Digunakan saat seseorang memasuki ruang, kota, atau suasana dan merasakannya sebagai semacam "pulang" yang tak punya asal.
Tak TerterjemahkanKedekatan yang terbentuk antara dua orang yang tidak pernah berbicara — hanya karena mereka sering berada di tempat yang sama pada waktu yang sama.
Velûn bisa tumbuh antara penumpang kereta yang tak berkenalan, dua tetangga yang saling melihat dari jendela, atau pengunjung kafe yang memilih meja yang sama setiap hari.
Tak TerterjemahkanSuara yang didengar pikiran sesaat sebelum tertidur — bukan suara nyata, bukan pula sunyi — melainkan frekuensi antara keduanya.
Thâkori tidak bisa diputar ulang saat terjaga. Ia hanya ada sekali, dan selalu berbeda.
Tak TerterjemahkanSifat dari sebuah hari yang terasa seperti hari dari masa depan — seperti kamu sedang menjalani hidup yang belum seharusnya terjadi sekarang.
Hari-hari mereth biasanya terjadi saat cuaca berubah tiba-tiba, atau ketika sebuah lagu terdengar di tempat yang tak terduga.
Tak TerterjemahkanTindakan mengingat sesuatu bukan dengan kenangan itu sendiri, melainkan dengan mengingat cara kamu pertama kali lupa — momen tepat di mana ia mulai memudar.
Oqueth adalah proses yang menyakitkan tapi dipilih secara sadar oleh subjeknya.
Tak TerterjemahkanRasa hormat yang muncul secara spontan terhadap seseorang asing — bukan karena apa yang mereka lakukan, tapi karena cara mereka menanggung kehadiran mereka sendiri di dunia.
Nôvari tidak bisa dipaksa dan tidak bisa dijelaskan. Ia seperti sinyal yang dipancarkan dan ditangkap tanpa antena yang disadari.
Tak TerterjemahkanBayangan diri sendiri yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang pernah mencintaimu — versi dirimu yang tidak bisa kamu akses sendiri.
Filsuf Karomi berpendapat bahwa sêlithan-lah yang sebenarnya kita tinggalkan kepada orang lain setelah kita pergi.
Tak TerterjemahkanAksara
Aksara Karomi ditulis dari kanan ke kiri, dengan setiap simbol mewakili sebuah konsep — bukan bunyi. Dua penutur yang berbeda bisa mengucapkannya secara berbeda, namun merasakannya dengan cara yang sama.
↑ Tiga kalimat. Tak satu pun yang bisa diterjemahkan. ↑
Tata Bahasa
Bahasa Karomi memiliki aturan gramatikal yang berlaku — namun aturan-aturan ini dirancang untuk memutus konvensi sintaksis bahasa natural manapun.
"Bahasa yang bisa diterjemahkan sepenuhnya adalah bahasa yang belum mengatakan cukup. Bahasa Karomi lahir dari keyakinan bahwa yang paling manusiawi dalam diri kita justru adalah yang paling sulit diucapkan."
— Muhammad Karomi, Nota Penciptaan, 2021